Home » » Harapanku Untuk Kita, PLN dan Indonesia

Harapanku Untuk Kita, PLN dan Indonesia

Written By Depid on Saturday, September 29, 2012 | 9:40 AM

PLN - Listrik adalah suatu komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa listrik, bisa dibayangkan kehidupan di era millenium ini akan mati. Mengapa demikian? Karena hampir semua peralatan kantor sampai rumah tangga mayoritas menggunakan energi listrik untuk mengoperasikannya. Dapt dikatakan  listrik adalah segala-galanya. Jika kita melihat ke belakang, pemasok listrik di negara kita (Indonesia) adalah dari PT. PLN (Persero).

Berbicara mengenai PLN, tentunya mayoritas masyarakat Indonesia mengkaitkan PLN dengan peristiwa pemadaman listrik. Mengapa demikian? Di sinila saya menemukan masalah pertama untuk posting kali ini. Mayoritas masyarakat Indonesia hanya ingat PLN, yang notabenenya sebagai pemasok utama listrik di Indonesia, pada saat mereka merasa seperti dirugikan oleh pihak PLN, yakni ketika pemadaman listrik berlangsung. Ketika listrik tidak padam, seakan-akan masyarakat Indonesia lupa akan jasa PLN. Dari sinilah, bisa dikatakan kesadaran masyarakat kita terhadap sesuatu itu masih belum peka. Mereka hanya berfikir enaknya saja dan tidak mempertimbangkan hal lain.

Dari sini pula, saya bisa memperkirakan bahwa pemadaman listrik yang sering atau jarang terjadi tersebut tidak lain dikarenakan oleh masyarakat kita sendiri. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, dengan mengetahui masyarakat yang menginginkan hal yang nyaman dan enak tanpa memperdulikan hal lain, tidak sedikit masyarakat kita yang menggunakan atau mengkonsumsi listrik dalam jumlah yang besar. Pemakaian yang sangat berlebihan tersebut memaksa PT.PLN (Persero) untuk melakukan pemadaman listrik bergilir agar pasokan listrik yang tersedia pada saat itu masih bisa digunakan merata.

Semakin menarik bila kita berbicara mengenai listrik di Indonesia ini. Bicara mengenai konsumsi listrik masyarakat yang berlebihan, memunculkan masalah yang lain yang tidak bukan adalah dari pihak internal (PLN). Sebagai pemasok utama listrik di Indonesia, PLN seharusnya membatasi pemakaian listrik rumah-rumah agar masyarakat tidak boros dalam pemakaian listrik. Semisal, untuk semua rumah saat proses instalasi listrik dipukul merata dalam pemasangan dayanya, jadi menghindari pemasangan daya yang terlalu berlebihan untuk satu konsumen. 

Masih berhubungan dengan instalasi listrik, juga tidak jarang banyak oknum-oknum dalam yang menawarkan hal-hal yang kurang sesuai etika. Misal peningkatan daya dari daya yang sudah diinstal sehingga mampu memberikan pasokan daya lebih yang melampaui batas kelaziman. Lain lagi, kasus oknum-oknum memberikan trik-trik agar daya yang dikeluarkan bisa besar, dan berbanding terbalik dengan biaya yang dikeluarkan. Ini merupakan masalah lagi (yang disebabkan oleh oknum dalam) yang menyebabkan pemadaman listrik sering terjadi, yang kerap membuat masyarakat emosi, dan menilai PLN itu sebagai objek yang dianggap negatif.

Selain masalah-masalah tersebut, menurut beberepa orang yang saya jumpai, tidak sedikit yang berargumen kalau dalam praktiknya banyak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagai contoh, saat ingin mengkonversikan listrik di rumah ke model listrik pulsa, sebagian teknisi kedapatan meminta upah untuk konversi ini. Padahal, untuk konversi ini yang kita ketahui masyarakat tidak dikenai biaya sepeserpun (gratis).

Jadi, untuk beberapa hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemadaman listrik yang dilakukan PT. PLN (Persero) disebabkan karena pemakaian atau konsumsi listrik yang sangat berlebihan oleh masyarakat sebagai konsumen listrik. Namun, pada dasarnya penyebab pemakaian yang berlebihan ini sebagian juga disebabkan oleh oknum-oknum dalam yang sengaja memberikan trik-trik dan memasang suatu alat penambah daya agar mampu mengkonsumsi daya listrik dengan jumlah yang sangat besar.

Uraian di atas adalah contoh kecil dari satu masalah (pamadaman listrik) yang timbul yang berkaitan erat dengan PLN dan pandangan PLN di mata masyarakat Indonesia. PT. PLN (Persero) sendiri sejatinya sudah melakukan hal yang bagus, namun dalam praktiknya banyak hal yang yang tidak sesuai dan melebar dari rencana PLN.

Melihat gejolak yang terjadi tersebut, saya sebagai penulis, juga sebagai pengagum kinerja PLN, juga sebagai masyarakat Indonesia, berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita harus menyadari bahwa listrik didapat dari konversi energi-energi yang lain, yang sejatinya hasil konversi tersebut (berupa listrik) memiliki jumlah yang terbatas, jadi setidaknya kita juga harus membantu PLN dalam mengkonsumsinya. PLN sudah memberikan jasanya dengan mencoba memberikan pelayanan terbaik kepada kita, sehingga sudah sewajarnya kita harus membalas budi baik PLN tersebut dengan cara menghemat penggunaan daya listrik. Kita juga harus sadar bahwa pemadaman yang sering terjadi tidak lain adalah akibat dari konsumsi kita yang terlalu berlebihan. Jadi, salah besar apabila kita "menyalah-nyalahkan" PLN atas pemadaman tersebut.

Haparan saya yang selanjutnya adalah sudah sewajarnya  PLN memecat oknum-oknum yang justru membuat PLN merugi dan membuat nama PLN sendiri jelek di mata masyarakat. Harus ada tindakan tegas agar oknum-oknum tersebut tidak berani melakukan hal-hal yang merugikan PLN sendiri.

Harapan saya yang terakhir adalah, marilah kita sebagai masyarakat Indonesia yang cinta damai, yang katanya memiliki rasa tenggang rasa yang tinggi, membantu PLN yang sudah mengabdikan dirinya untuk "menerangi" Indonesia ini dengan cara menghemat pemakaian listrik yang berlebihan.Kita tidak boleh egois, suatu kemakmuran untuk bersama tidak akan pernah tercipta apabila kita hanya mementingkan diri kita sendiri. Jadi, di sini saya juga tidak membela PLN, namun marilah kita ciptakan kehidupan tanpa menilai negatif satu sama lain.

Terimakasih, ini adalah tulisan saya sendiri, apabila ada ketikcocokan dengan apa yang terjadi, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Yang saya tulis di sini adalah hasil analisis saya terhadap apa yang terjadi di Indonesia, utamanya dalam hal konsumsi energi listrik. 


11 comments:

  1. wahh keerren gan artikelnya
    balik kunjung juga di blog ane
    www.suwunperso.blogspot.com
    suwun

    ReplyDelete
  2. yang penting semangat pagi!
    bekerja bekerja bekerja!
    mari kita sebagai penerus" PLN untuk meningkatkan kinerja dari PT PLN!!!
    SEMANGAT PAGI!!!

    ReplyDelete
  3. terus gw harus koprol sambil bilang wow gitu?

    ReplyDelete
  4. jooozzz...
    yang penting semangat pagi!!
    Bekerja bekerja bekerja..!!!

    ReplyDelete
  5. tapi dengan banyaknya minat dan permintaaan akan energi listrik, tapi dari PLN sendiri selalu bilang defisit atau rugi? lalu keuntungan dari penjualan energi listrik kemana larinyooooo?

    ReplyDelete
  6. sip mas bro. listrik demi kelangsungan hidup kita bersama...

    ReplyDelete
  7. @niken: Mungkin ya untuk beli bahan bakar generatornya, seperti batubara... :)

    ReplyDelete
  8. @Anonim: Tanpa listrik, hidup di periode ini seperti matiii

    ReplyDelete