Home » » Obat Rindu

Obat Rindu

Written By Depid on Saturday, October 27, 2012 | 4:13 PM

Akhirnya, setelah beberapa bulan memendam rasa rindu yang mendalam, terobati sudah rindu ini ketika sampai di tanah tercinta, Ponorogo-Sawoo. Perjalanan yang tak akan terlupakan..,
Ketika jam menunjukkan pukul 15.00, saya baru berangkat dari Semarang menuju Ponorogo. Motor "REVO 100cc" adalah teman saya dalam perjalanan panjang itu. Keadaan sedang berpuasa arofah, dan jalan sangat mancet. Cuaca panas semakin terasa ketika terjebak macet. Namun, teringat bayangan orang tua dan kakak tercinta membuat saya tambah bersemangat. 

Pukul 17.30 sampailah saya di kota Solo-Colomadu. Di sana saya menjalankan sholat maghrib dan membatalkan puasa saya di kos teman saya. Seyogyanya, segera saya dan teman saya (yang saya hampiri) berangkat menuju terminal untuk mudik menuju madiun, lalu Ponorogo. Setelah sampai tirtonadi (Terminal kota Solo), saya dan teman saya tidak langsung mencari bus, namun berbuka puasa terlebih dahulu, sebelumnya kami telah menitipkan motor saya di penitipan sepeda motor. Setelah berbuka, kami baru masuk terminal. Tapi apa daya?? di sana banyak sekali penumpang terlantar, dan bus yang kami tunggu-tunggu (PO.Sumber Group dan PO.EkaMira) tidak kunjung datang. Sesekali ada yang datang, namun sudah sesak dengan penumpang yang juga hendak pulang kampung untuk acara Idul Adha di daerah asal masing-masing. Hampir satu jam kami berdua menunggu bus, namun tak ada yang datang.

Setelah boring dengan keadaan, dan waktu semakin malam, saya pun berpikiran untuk naik sepeda motor menuju tanag tercinta (Kota Reog). Setelah sms orang tua, dan diizinkan, saya pun mengambil kembali sepeda motor saya di penitipan, dan akhirnya mudik ke Ponorogo by motocycle with my friend. Hanya NEKAT untuk mengobati rindu ini. dan akhirnya, pukul 23.00 kami sampai kota Ponorogo. Selama perjalanan alhamdulillah tidak ada halangan.

Dan akhirnya, puukul 24.00 saya sampai rumah, sengaja tidak membangunkan orang rumah, saya membuka pintu depan rumah dengan kunci yang memang saya bawa terus, dan saat masuk, ibu saya terbangun dan menghampiri saya. Akhirnya rindu ini pun terobati dengan ciuman pipi kanan dan kiri. 

Dan besuk, tanggal 28 Oktober, saya dan beberapa teman saya akan kembali menuju Semarang, Yogyakarta dan Solo. Semoga langkah kami selanjutnya ini akan menjadi langkah kesuksesan di masa yang akan datang.

Ridhoi niat kami Ya Rabb...
Semangat Untuk besuk ya kawan-kawan....

2 comments:

  1. memang kalau mau hari libur, bis jurusan solo pasti sesak semua mas. sulit bahkan jarang yang longgar :)

    ReplyDelete
  2. @arifudin: Waduh? apakah libur tahun baru islam nanti juga seperti itu ya? soalnya aku agak males nek motoran dari semarng ke ponorogo....

    ReplyDelete